Rabu, 06 Desember 2017

Jadwal Pemeriksaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)



Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarakatuh

Disampaikan kepada seluruh orang tua bahwa jadwal pemeriksaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) berikutnya akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2017 pukul 07.30 WIB. 

Berikut kami sampaikan nama-nama siswa yang harus hadir :

1.Alifah Nurikhwan
2.Azaria Arkana
3.Callista Diandra
4.Fadlan Akbar
5.Fauzi Apsa
6.Hasya putri
7.Nuril Anwar
8.Nurlaeli maharani 9.Raisya Aura
10.Rubbi Alexandria
11.Rully M.Nurul P
12.Selma Alfiyah

Mengingat DDTK ini hanya dilakukan pada anak usia 4, 4.5 , 5 , 5.5 , 6 .....kepada yang bersangkutan diharap hadir pada waktunya.

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarakatuh

TK 'Aisyiyah PAmeungpeuk

Jurus Jitu menjadi Orang Tua Hebat

  • Kesibukan mungkin kerap membuat Anda sulit berada di samping anak dan mendampingi mereka setiap saat. Hal tersebut seringkali membuat Anda menjadi 'jauh' dengan anak dan merasa gagal sebagai orang tua. Jangan hanya karena Anda sulit menyisihkan waktu bersama mereka, lalu Anda menebus rasa bersalah tersebut dengan memberikan segalanya untuk mereka dan melakukan hal-hal 'tidak tepat' yang justru hanya akan membuat anak menjadi tumbuh dengan asuhan yang tidak tepat. Sebelum terlambat, lakukan jurus-jurus di bawah ini.
    1. Jangan terburu-buru menyelesaikan kesulitan yang dihadapi anak. Kadang tanpa disadari kebanyakan orang tua menginginkan anak-anaknya terbebas dari kesulitan. Pada saat si anak menemukan kesulitan, para orang tua langsung buru-buru menyelesaikannya. Padahal menghadapi kesulitan adalah salah satu cara untuk menempa anak menjadi pribadi yang tangguh.
    2. Bagikan kisah hidup Anda. Sewaktu mereka sudah masuk TK, mulailah meluangkan waktu untuk membagikan kisah hidup kakek-nenek dan kisah Anda sendiri. Ungkapkan apa yang Anda harapkan dari mereka, cita-cita yang tinggi namun tetap realistis.
    3. Perkenalkan anak dengan berbagai kegiatan sesuai dengan usianya. Mulai dari yang berhubungan dengan alam sekitar, olah raga sampai dengan teknologi yang penting untuk pembelajarannya. Perhatikan minat yang muncul, kemudian pupuklah terus karena bakat itu akan berguna untuk masa depannya.
    4. Minta maaf. Kondisi kehidupan yang sibuk dan penat seringkali membuat stres yang Anda rasakan terbawa hingga ke dalam rumah. Tekanan tersebut terkadang bisa memicu emosi dan tindakan yang menyinggung atau bahkan menyakiti anak. Sebaiknya cepatlah Anda menyadari kalau mereka (anak) bukanlah pelampiasan stres Anda. Sebaiknya Anda meminta maaf kepada mereka jika kelepasan melampiaskan emosi Anda.
    5. Ajari anak-anak sejak dini tanggung jawab dari yang sederhana seperti membereskan mainannya sendiri, kemudian meningkat ikut merawat dan membersihkan rumah atau benda lain yang dipakai secara bersama-sama.
    6. Jangan memberi 'label' negatif pada anak. Bila hal ini sampai membekas, sulit bagi anak untuk maju dalam hidupnya.
    7. Jangan membandingkannya dengan orang lain. Setiap individu memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing. Membandingkan hanya akan merusak anak dan tidak memberi manfaat terhadap perkembangan pribadinya.
    8. Dorong anak-anak untuk mulai memikirkan masa depannya. Berikan mereka gambaran kondisi kehidupan sebagai hasil dari pilihan mereka sejak dini. Bila perlu bawa anak-anak menyaksikan keadaan berbagai contoh kehidupan sosial sebagai akibat dari perilaku mereka.
    9. Biarkan anak-anak membuat keputusan. Gunakan waktu bersama untuk memberi pengertian kemungkinan apa yang terjadi atas sebuah keputusan. Walaupun anak memilih keputusan yang salah, tetap dukung mereka dan jadikan hal tersebut sebagai pengalaman dan motivasi untuk lebih baik lagi.
    10. Simpanlah hasil karyanya yang dibuat sewaktu mereka kanak-kanak. Untuk hasil karya yang bagus, buatkan figura yang sederhana dan gantung di dinding rumah sebagai hiasan. Hal ini bisa jadi penyemangat bagi mereka untuk terus berkarya.
    11. Dengarkanlah mereka. Sudah sifat anak-anak untuk menceritakan apa saja yang dialaminya dan berharap Anda mendengarkannya (dengan serius). Berikan perhatian saat Anda mendengarkannya, walau kadang diulang-ulang atau terdengar membosankan bagi Anda.
    12. Tunjukkan minat Anda pada kegiatan sekolah mereka. Hadiri pertemuan guru dan orangtua murid, saksikan acara-acara budaya yang diadakan di sekolah, dan kenali teman-teman dekat anak Anda di sekolah. Perlihatkan pada mereka bahwa Anda tertarik pada kehidupan mereka termasuk dengan urusan sekolahnya.
    13. Praktikkan apa yang Anda ajarkan. Tidak ada pelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan mengajar lewat contoh teladan. 
  • Setelah jurus-jurus di atas Anda lakukan, tetaplah terbuka untuk pendekatan-pendekatan lain seputar pola asuh anak. Temukan formula terbaik bagi Anda dan anak untuk dapat hidup berdampingan bersama. Peran penting Anda sebagai orangtua adalah menuntun mereka untuk memiliki ilmu dan budi pekerti yang baik.

  • Sumber : www.keluarga.com

Selasa, 05 Desember 2017

Pola Asuh Anak Dalam Keluarga Islam




Siapa yang tak ingin punya anak saleh dan taat? Semua orangtua muslim pasti menginginkannya, namun itu tidak mudah. Lantas apa yang bisa dilakukan orangtua di era modern untuk menerapkan pola asuh gaya Islami di rumah?
Mengutip dari Islamhastag, Jumat (17/3/2017), mulailah dari hal-hal sederhana untuk menerapkan gaya pola asuh Islam di rumah. Barikut cara-cara yang bisa dilakukan orangtua.
  1. Jelaskan hal baik dan buruk
Tunjukkan kepada anak-anak nilai-nilai perbuatan baik dan efek yang mereka peroleh secara individu dan masyarakat. Begitu pula dengan perbuatan jahat. Lakukan sesuai kemampuan anak memahaminya.
  1. Memberi contoh
Orangtua harus menjadi contoh yang baik dalam perilaku mereka karena anak-anak suka meniru orangtua dari segi ucapan dan perbuatan. Salatlah tepat waktu dan perbanyak berdoa dan membaca Alquran.
  1. Tunjukkan anak contoh
Jelaskan pada anak hal-hal yang terjadi di lingkungan terkait masalah moral yang tidak sesuai ajaran Islam. Biarkan mereka belajar dari lingkungan sekitar.
Expain mereka perilaku yang benar dengan cerita dengan moral dan menunjukkan kepada mereka contoh dari lingkungan.
  1. Liburan edukatif
Bawa anak-anak berlibur atau jalan-jalan untuk meningkatkan rasa spiritual mereka. Seperti mengajak ke masjid, perayaan hari besar Islam, dan berhubungan dengan saudara-saudara muslim. Dengan begitu anak bertambah wawasan tentang dunia Islam.
  1. Pantau dengan siapa anak bermain
Orangtua harus mengajarkan anak-anak memilih teman yang baik dan menghindari teman buruk. Karena, anak-anak selalu dipengaruhi oleh teman-teman mereka. Perilaku buruk dapat dengan mudah ditularkan melalui pertemanan yang buruk.
Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan, “Manusia cenderung dipengaruhi oleh sikap temannya, jadi berhati-hati dalam memilih teman.” (HR Abu Dawud & At-Tirmidzi).
 Sementara itu dikutip dari buku ‘Mendidik Tidak Mendadak’ yang ditulis oleh Enny Sulistiani  mengungkapkan, setidaknya ada 7 sspek yang perlu ditekankan dalam mendidik anak. Dalam mendidik anak, para orangtua hendaknya menekankan pada hal-hal sebagai berikut:
  1. Memberi penanaman AQIDAH yang benar.
  2. Menanamkan JIWA PENDAKWAH. Artinya, orangtua sebaiknyamendidik anak untuk memiliki jiwa pendakwah atau pengajar, yaitu suka memberi contoh dalam berbuat baik dan meninggalkan kemungkaran.
  3. Meneladankan AKHLAK MULIA, seperti, sabar, qanaah, tawadhu, dan dermawan.
  4. Memberikan anak ILMU, dengan cara memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya.. Ilmu yang diberikan, mulai dari ilmu agama hingga ilmu keduniawian yang dibutuhkannya untuk hidup dan melakukan syiar, serta menjadi bekal untuk mempersiapkan kehidupannya di akhirat.
  5. Memberikan PENDIDIKAN sangat penting, tujuan akhirnya agar anak lebih menyadari kebesaran ALLAH dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Selain itu, tentu anak punya wawasan dan pola pikir yang luas untuk kehidupannya kelak. Dengan demikian, anak menjadi siap untuk berkompetisi, menjalani kehidupan nya dengan sukses setelah besar nanti.
  6. BERSIKAP LEMAH LEMBUT serta menghindari kekerasan dalam mendidik anak.
  7. Mengajarkan TANGGUNG JAWAB. Anak diajarkan untuk selalu berani bertanggung jawabkarena setiap yang dilakukan oleh manusia akan ada pertangungjawabannya di akhirat; amal baik akan dibalas dengan kebaikan dan amal buruk akan dibalas dengan keburukan. [ ]
Sumber : Percikan Iman

Kelas Inspirasi Bidang Kewirausahaan



Kelas Inspirasi Bidang Kewirausahaan (menjahit)
Sabtu, 2 Desember 2017
Inspirator Ibu Eneng
Ibunda Aura Kelas B2





Kelas Inspirasi Bidang Pendidikan


 Kelas Inspirasi Bidang Pendidikan 
Sabtu, 30 september 2017
oleh
Ustadz Yoga Prasetyo Soempeno, S.Pd.
ayahanda Alesha Kelas B3





Senin, 04 Desember 2017

Ikuti Gebyar Prestasi Siswa dan PORSENI Tingkat Kabupaten Garut : TK AISYIYAH PAMEUNGPEUK RAIH JUARA 2 DAN 3


JUARA 2 LOMBA MENYANYI SOLO
Pada Gebyar Prestasi dan PORSENI Guru Taman Kanak-Kanak
Tingkat Kabupaten Garut 2017




JUARA 3 LOMBA MTQ
Pada Gebyar Prestasi dan PORSENI Guru Taman Kanak-Kanak
Tingkat Kabupaten Garut 2017










PENGENALAN HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH


Ibu Guru sedang memperkenalkan diri dan mengenalkan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun pelajaran ke depan





PEMBENTUKAN PAGUYUBAN


Ibu Kepala Sekolah; Eva Nurhasanah, S.Pd. sedang memberikan sambutan, didampingin oleh Ketua Komite Sekolah; Jajang Nurjaman, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PCA Pameungpeuk; Fitriyani, S.Pd.I., dan Notulen oleh Ibu Dewi Ratna Wulan, S.Pd.


Sambutan Komite Sekolah


Orang Tua sedang bermusyawarah membentuk paguyuban





Stap Pendidik & Tenaga Kependidikan


MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 
PIMPINAN CABANG AISYIYAH
PAMEUNGPEUK


FITRIYANI, S.Pd.I.





TAMAN KANAK-KANAK
 'AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 
PAMEUNGPEUK



EVA NURHASANAH, S.Pd.
Kepala Sekolah




DEWI RATNA WULAN, S.Pd.
Guru/Kesiswaan




DEDE KEMALA, S.Pd.
Guru / Bendahara




RISA GANTIKA, S.Pd.I.
Guru/Administrasi/Operator





NINIM FIANTIMALA
Guru/Hubungan Masyarakat

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) ANAK







 

TK 'AISYIYAH PAMEUNGPEUK Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates